Terusan ADBM Jilid 402

Terusan ADBM

Karya mbah_man

(Sumber: cersilindonesia.wordpress.com/tadbm-402 )

 

Jilid 402

Ketika kemudian mereka telah menaiki tlundak pendapa dari bangunan utama barak pasukan khusus itu, Perwira yang bertanggung jawab atas pelaksanaan penjagaan di barak pasukan khusus itupun berhenti sejenak dan berpaling ke belakang sambil berkata, “Silahkan Ki Sanak berdua menunggu di pendapa, aku akan menyampaikan permohonan kalian untuk menghadap kepada Ki Lurah Sanggabaya.”

“Terima kasih,” hampir berbareng keduanya menyahut.

More

Terusan ADBM Jilid 401

Terusan ADBM

Karya mbah_man

(Sumber: cersilindonesia.wordpress.com/tadbm-401 )

Jilid 401

Matahari telah merambat semakin tinggi. Sinarnya yang hangat terasa mulai menggatalkan kulit. Mereka bertiga yang masih duduk duduk di pendapa rumah yang selama ini digunakan oleh kedua murid perguruan Tal Pitu itu masih diam membisu. Agaknya mereka bertiga sedang asyik dengan lamunan masing masing. Sesekali terdengar helaan nafas yang panjang, namun mereka lebih banyak termenung sambil menundukkan kepala dalam dalam.

“Ki Rangga,” tiba tiba Ki Ageng Sela Gilang bergumam pelan, “Masih ingatkah Ki Rangga dengan suara jeritan seorang perempuan yang telah menyebabkan kita menelusurinya sampai ketempat ini?”

More

Seruling Sakti Jilid 125

Seruling Sakti

Episode: Elegi Perguruan Naga Batu

Oleh: Didit Setiawan Andrianto

(Sumber: serulingsakti.wordpress.com)

—ooOoo—

125 – Epilog Domino Effect

Seruling Sakti - Elegi Perguruan Naga BatuMatahari sudah condong ke arah barat, waktu sudah menjelang magrib, akhirnya Jaka siuman setelah pingsan dalam waktu cukup lama. Damparan lembut gelombang laut yang menghempas wajah secara simultan, membuat dia lebih cepat siuman. Perlahan-lahan pemuda ini beringsut duduk, mencermati kondisinya dengan seksama, mengantur nafas secara teratur, rupanya sistem olah nafas sudah bisa bekerja seperti biasa, membuat luka dalam hampir pulih. Simpul pada punggungnya-pun tidak menunjukan gejala-gejala aneh, tenaga liar yang diikatkan di sana, sudah sirna. Kecuali tangan kirinya yang patah—dan butuh pengobatan lebih lanjut, pemuda ini tidak merasakan ada cedera lain. Racun dalam tubuhnyapun tetap stabil.

More

Terusan ADBM Jilid 400

Terusan ADBM

Karya mbah_man

(Sumber: cersilindonesia.wordpress.com/terusan-adbm/ )

Jilid 400

Keragu raguan masih membayang di wajah Ki Rangga Agung Sedayu, maka kemudian katanya, “Wiraguna adalah salah satu dari sekian anak anak muda yang berusaha mengambil hati Endang Mintarsih. Apakah Panembahan Senapati mempunyai pertimbangan khusus untuk memilih Wiraguna?”

Ki Singa Wana Sepuh tersenyum sekilas. Agaknya dia memaklumi mengapa Ki Rangga Agung Sedayu tidak habis pikir bahwa Raden Sutawijaya justru telah memilih salah satu dari kakak beradik yang nyata nyata mengambil sikap berseberangan dengannya sebelum mereka menyadari dengan siapa mereka berhadapan.

“Raden Sutawijaya memilih Wiraguna dengan pertimbangan Wiraguna adalah putra tertua dari Ki Dukuh Cepaga. Secara langsung Wiraguna akan menggantikan kedudukan Ayahnya kelak apabila masanya telah tiba. Dan ternyata Raden Sutawijaya telah mempercepat datangnya masa itu, masa pergantian pemimpin di padukuhan Cepaga dengan memberikan serat kekancingan atas nama Putra Sultan Hadiwijaya penguasa tertinggi di Pajang untuk menaikkan kedudukan dari sebuah Padukuhan menjadi sebuah Kademangan.”

More

Seruling Sakti Jilid 124

Seruling Sakti

Episode: Elegi Perguruan Naga Batu

Oleh: Didit Setiawan Andrianto

(Sumber: serulingsakti.wordpress.com)

—ooOoo—

124 – Domino Effect : … akhir sebuah awal – E

Seruling Sakti - Elegi Perguruan Naga BatuSebuah helaan nafas panjang mendesis, mengagetkan tupai yang merayap di ranting, binatang pengerat itu melompat cepat menghilang dari pandangan. Kabut abadi yang menggantung di Lembah Halimun serasa sebuah penjara, bukan mengikat jasmani, tapi mengikat jiwa. Kemanapun kau pergi, seperti ada sebuah rantai yang mengharuskanmu menarik diri dari dunia luar, kembali kepada keheningan yang mencekam dalam kabut. Lembab, basah, dan suram. Tidak ada masa depan pasti di sini, semua ditentukan saat kau menerima sebuah perjanjian untuk menyelesaikan masalah yang tak terselesaikan. Swara Nabhya datang, menyelesaikan itu semua, dan dirimu akan mengabdi di lembah itu selamanya. Tanpa rasa sesal. Memangnya, masalah apa yang membuat kau rela gadaikan kebebasanmu untuk mengabdi kepada tempat yang sesuram itu?

More

Seruling Sakti Jilid 123

Seruling Sakti

Episode: Elegi Perguruan Naga Batu

Oleh: Didit Setiawan Andrianto

(Sumber: serulingsakti.wordpress.com)

—ooOoo—

123 – Domino Effect : … akhir sebuah awal – D

Seruling Sakti - Elegi Perguruan Naga BatuBayangan itu bergerak cepat, lurus. Menerobos hutan, tak perduli pepohonan menghalangi, dia tetap berlari lurus, batang yang menghalangi ditabrak hingga hancur berantakan. Saat mendaki lereng bukit pun, tak perduli batu menghalangi langkahnya, semua diterjang begitu saja, membuatnya rengkah. Dia tak ingin mengurangi kecepatannya, seolah esok sudah tiada hari lagi untuknya. Deru nafas tak beraturan membuat dada mengombak liar, hingga akhirnya di sebuah pondok di salah satu sudut lembah Gunung Khumbaira.

More

Seruling Sakti Jilid 122

Seruling Sakti

Episode: Elegi Perguruan Naga Batu

Oleh: Didit Setiawan Andrianto

(Sumber: serulingsakti.wordpress.com)

—ooOoo—

122 – Domino Effect : … akhir sebuah awal – C

Seruling Sakti - Elegi Perguruan Naga BatuGemilang mentari pagi disambut ragam kicau burung. Di sebuah jalanan pinggir hutan, ada dangau yang dibuat alakadarnya oleh sang pemilik tanah. Terdengar bangku berderit perlahan menerima guncangan tubuh gemuk lelaki berwajah bundar, dia Tusarasmi. Orang ini duduk dengan menggoyang kaki. Wajah bundar Tusarasmi, dikuti bentuk tubuh yang juga tambun, menjadikan kakinya terlalu pendek untuk menjangkau tanah, tapi kondisi demikian malah lebih nyaman. Mulutnya sibuk mengunyah biji bunga matahari.

Di hadapan si wajah bundar sudah duduk empat orang, Penjual Aren, Pemancing, Pande Besi, dan lelaki usia akhir empat puluh tahun. Saat datang, dia masih memakai kerudung penutup wajah. Ketika duduk bersama para koleganya, dia membuka penutup kepala. Semua orang menahan nafas saat melihat wajah itu. Sebuah luka memanjang dari dahi hingga dagu, membelah hidung tepat di tengah secara rapi. Luka itu sudah menutup, tapi bekas yang tertinggal membuat orang lain merasa seram.

More

Previous Older Entries

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 32 other followers