Seruling Sakti Jilid 101-105

SERULING SAKTI

Oleh: Didit

Jilid 101 Sampai 105

101 – Labrak!

Pemuda bercincin itu melesat ke dalam rimba di pinggiran batas kota, gerakannya bagai geliat naga—gagah mempesona—selincah burung srikatan, dan begitu pesat. Jaka benar-benar harus memberikan apresiasi tinggi bagi peringan tubuh itu, sungguh tidak disangka semuda itu dapat menguasai ilmu luar biasa.

More

Seruling Sakti Jilid 96-100

SERULING SAKTI

Oleh: Didit

Jilid 96 Sampai 100

96 – Hari Kelima

Jaka duduk termenung memperhatikan peta yang sudah berhasil di salin ulang oleh Cambuk. Lelaki itu nampak terkantuk-kantuk menunggu komentar Jaka, maklum saja sejak dia mendapatkan ide dalam penulisan keterangan peta, sampai dini hari ini sudah berlangsung delapan jam. Hari yang melelahkan.

More

Seruling Sakti Jilid 91-95

SERULING SAKTI

Oleh: Didit

Jilid 91 Sampai 95

91 – Pembunuhan

Jaka menarik nafas lega sembari tersenyum, saat mendengar laporan dari Macan Terbang, bahwa; penyebaran informasi tentang Ki Sempana adalah anggota mata-mata, sudah tersebar di kalangan telik sandi.

More

Seruling Sakti Jilid 86-90

SERULING SAKTI

Oleh: Didit

Jilid 86 Sampai 90

86 – ‘Peralatan Masak’ Gelombang Pertama

Sebuah penginapan yang sepi pengunjung nampak asri, dari tujuh belas kamar yang tersedia, hanya dua yang terisi, lokasi yang jauh dari keramaian seakan disengaja oleh pemiliknya. Salah satu tamunya nampak duduk dipojok pekarangan belakang, dengan mencangkung kaki di kursi goyangnya, lelaki dengan uban menghias kepala menyedot tembakau dalam-dalam. Dihadapan lelaki menjelang separuh abad itu ada seseorang yang tengah tertunduk.

More

Seruling Sakti Jilid 81-85

SERULING SAKTI

Oleh: Didit

Jilid 81 Sampai 85

81 – Tamu-tamu Hebat

Mintaraga mengerjakan tugasnya dengan sungguh-sungguh, dia tidak ingin mengecewakan Jaka Bayu, dewa penolongnya. Manakala pemuda itu meminta dia untuk membuka mata dan telinga untuk menyirap kabar diseluruh penjuru kota, ia lakukan itu dengan baik.

More

Seruling Sakti Jilid 76-80

SERULING SAKTI

Oleh: Didit

Jilid 76 Sampai 80

76 – Obat Peredam Masalah

Tak berapa lama kemudian, muncul sosok tegap dengan wajah berjenggot dari dalam. Rahangnya mengeras melihat sosok lelaki yang berdiri dihadapannya. Lelaki itu adalah suami kakaknya, tapi dalam pandangannya—dan mungkin orang lain, Arwah Pedang sangat tidak layak di sebut lelaki yang bertanggung jawab.

More

Seruling Sakti Jilid 71-75

SERULING SAKTI

Oleh: Didit

Jilid 71 Sampai 75

71 – Serigala

Pada dua puluh tahun lampau, ada seorang lelaki yang sangat gemar berpetualang. Wajahnya elok, digandungi banyak wanita. Ciri yang paling khas darinya adalah kayu hitam yang selalu setia berada dalam genggaman tangannya. Entah dia sedang makan, entah sedang mandi, entah sedang bercinta, kayu itu tak pernah lepas dari tangan kirinya. Tapi jangan bayangkan waktu dia buang air besar, sudah jelas kayu itu dia pindahkan dari tangannya.

More

Seruling Sakti Jilid 66-70

SERULING SAKTI

Oleh: Didit

Jilid 66 Sampai 70

66 – Setindak Mendekat Sasaran

“Tidak lekas pergi? Kau tunggu orang-orang itu menangkapmu dan menggelandang dirimu kembali ke rumah makan tadi?”

Momok Wajah Ramah menatap Jaka. “Mereka mudah kuhindari, tapi kenapa kau mengatakan, aku akan mengantuk?!” tanyanya tak menggubris peringatan Jaka.

More

Seruling Sakti Jilid 61-65

SERULING SAKTI

Oleh: Didit

Jilid 61 Sampai 65

61 – Menjumpai Sobat Dari Sampar Angin

“Kupikir sekarang sudah tiba masanya…” pikir Jaka. Lalu dia melangkah menyusuri tepi sungai.

Tengah hari, dia punya janji dengan orang-orang dari Perguruan Sampar Angin. Sebenarnya Jaka enggan melakukan pekerjaan yang belum tentu ada manfaatnya, tapi diapun sadar, jika terlalu serius mengerjakan sesuatu, maka ‘kehangatan’ dari hasil karya tidak akan pernah muncul. Karena itu, ia kira apa salahnya mencari kawan sebanyak mungkin, bukankah lebih beruntung?

More

Seruling Sakti Jilid 41-45

SERULING SAKTI

Oleh: Didit Setiawan Andrianto

41 – Menuntaskan Pengobatan Rubah Api

Diah, si gadis berwajah beku, tampak tersenyum kecil. Beberapa orang yang melihatnya, merasa heran melihat perubahan Si Gadis Salju. Dalam satu bulan, orang terdekat si gadis, bisa menghitung perubahan roman wajahnya yang beku—paling banyak dua atau tiga kali, dan anehnya untuk hari ini Diah Prawesti sudah tertawa, cemberut, bahkan berbicara, biasa ia hanya bicara satu-dua patah kata. Sebagai gudangnya orang cerdik, tentu saja mereka sudah menduga kalau perubahan diri gadis ini karena kedatangan Jaka—ini yang membuat mereka tak habis pikir.
Banyak pemuda gagah tampan yang berusaha membuatnya lebih ceria, tetapi usahanya selalu nihil. Tapi kedatangan Jaka merubah segalanya, pemuda itu bahkan tidak perlu mengajak bicara atau merayu segala. Dengan demikian, beberapa pemuda yang naksir berat, harus mundur teratur, agaknya mereka tahu diri kalau si gadis sudah menjatuhkan pilihan hatinya, tapi Jaka mana tahu?!

More

Previous Older Entries Next Newer Entries

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 42 other followers