Seruling Sakti 116-118

SERULING SAKTI

Oleh: Didit Setiawan Andrianto

Jilid 116 sampai 118

116 – Domino Effect : Lembah Halimun (1)

Meski pada akhirnya Jaka memutuskan untuk tidak mengungkapkan pengalaman itu, tapi pemuda ini pun harus menceritakan latar belakang kenapa mereka harus meminum ‘serum’ yang dibuatnya tadi.

“Apa yang paman sekalian minum adalah sebuah bibit racun.” Jaka tidak menjawab pertanyaan Ki Alih.

Tidak ada yang terkejut dengan ucapan Jaka, biasanya pemuda ini melakukan segala sesuatu dengan sangat terukur dan tidak pernah sembarangan. Mereka menunggu dengan tenang. Di saat bersamaan Penikam menyedot nafas dengan begitu kerasnya, membuat perhatian semua orang teralihkan pada dirinya.

More

Seruling Sakti Jilid 111-115

SERULING SAKTI

Oleh: Didit Setiawan Andrianto

Jilid 111 sampai 115

111 – Domino Effect : Sambil Menyelam Minum Susu

Jaka sudah memata-matai rumah Sandigdha, kedatangan Ki Alih menimbulkan satu kekawatiran di benaknya yang tak mungkin dia kemukakan. Jika Sandigdha mendapatkan berita, bahwa; teman kolaborasi kejahatannya tertangkap tangan, tentu hal yang akan dia lakukan adalah melenyapkan orang itu. Jaka harus mencegahnya.

Rumah Sandigdha—seperti pada awal kedatangan Jaka sehari lalu, selalu sepi, pengawalan yang ada di seputar rumah itu sebenarnya tidak diperlukan, mengingat kemahiran Sandhigdha cukup bisa mengatasi serangan dari pihak manapun. Jaka menerobos masuk, dengan hati-hati. Peringan tubuhnya yang sempurna, sangat membantu dirinya dalam menyelinap.

More

Seruling Sakti Jilid 106-110

SERULING SAKTI

Oleh: Didit Setiawan Andrianto

Jilid 106 sampai 110

106 – Domino Effect: Memastikan Kegagalan Rencana

Dua Bakat dan dua orang rekannya sudah melihat rombongan yang kini memasuki tempat persinggahan. Nampak olehnya lelaki paruh baya—yang beberapa saat kemudian diketahui sebagai guru Prawita Sari tengah mengendalikan situasi.

More

Seruling Sakti Jilid 101-105

SERULING SAKTI

Oleh: Didit

Jilid 101 Sampai 105

101 – Labrak!

Pemuda bercincin itu melesat ke dalam rimba di pinggiran batas kota, gerakannya bagai geliat naga—gagah mempesona—selincah burung srikatan, dan begitu pesat. Jaka benar-benar harus memberikan apresiasi tinggi bagi peringan tubuh itu, sungguh tidak disangka semuda itu dapat menguasai ilmu luar biasa.

More

Seruling Sakti Jilid 96-100

SERULING SAKTI

Oleh: Didit

Jilid 96 Sampai 100

96 – Hari Kelima

Jaka duduk termenung memperhatikan peta yang sudah berhasil di salin ulang oleh Cambuk. Lelaki itu nampak terkantuk-kantuk menunggu komentar Jaka, maklum saja sejak dia mendapatkan ide dalam penulisan keterangan peta, sampai dini hari ini sudah berlangsung delapan jam. Hari yang melelahkan.

More

Seruling Sakti Jilid 91-95

SERULING SAKTI

Oleh: Didit

Jilid 91 Sampai 95

91 – Pembunuhan

Jaka menarik nafas lega sembari tersenyum, saat mendengar laporan dari Macan Terbang, bahwa; penyebaran informasi tentang Ki Sempana adalah anggota mata-mata, sudah tersebar di kalangan telik sandi.

More

Seruling Sakti Jilid 86-90

SERULING SAKTI

Oleh: Didit

Jilid 86 Sampai 90

86 – ‘Peralatan Masak’ Gelombang Pertama

Sebuah penginapan yang sepi pengunjung nampak asri, dari tujuh belas kamar yang tersedia, hanya dua yang terisi, lokasi yang jauh dari keramaian seakan disengaja oleh pemiliknya. Salah satu tamunya nampak duduk dipojok pekarangan belakang, dengan mencangkung kaki di kursi goyangnya, lelaki dengan uban menghias kepala menyedot tembakau dalam-dalam. Dihadapan lelaki menjelang separuh abad itu ada seseorang yang tengah tertunduk.

More

Previous Older Entries Next Newer Entries

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 44 other followers