Seruling Sakti Jilid 36-40

SERULING SAKTI

Oleh: Didit Setiawan Andrianto

36 – Menjadi Murid Resmi

Tengah hari sudah lewat dua jam lalu, Jaka sudah menyempatkan diri untuk beristirahat sejenak. Setelah berbenah, pemuda ini segera menuju rumah gurunya.
Begitu pintu diketuk, tak berapa lama terdengar langkah mendekat, dan ternayata Ki Lukita sendiri yang membukanya.
“Masuk saja, kau sudah ditunggu.”
Jaka mengangguk, dia merasa tidak enak juga ternyata para ‘penyidik’ dirinya belum pulang dari tadi, padahal Jaka meninggalkan mereka ada sekitar lima jam. Jaka mana tahu kalau berkumpulnya para anggota ini adalah untuk membahas teori-teori ilmu silat, pada muda mudi dan anggota lain paling suka jika pembahasan ini di lakukan oleh Ki Gunadarama. sebab selain uraiannya enak, cara menjelaskannya pun gampang dicerna.

More

Seruling Sakti Jilid 31-35

SERULING SAKTI

Oleh: Didit Setiawan Andrianto

31 – Sambutan Aneh

Hari Kedua
Matahari pagi bersinar gilang gemilang, kota Pagaruyung kelihatannya lebih ramai dari biasanya. Kalau setiap harinya orang sibuk dengan urusannya masing-masing seperti berdagang, kali ini datangnya serombongan manusia yang mungkin ada ratusan orang, membuat kota itu makin ramai. Biasanya kalau ada setiap keramaian, pasti ada saja kerusuhan. More

Seruling Sakti Jilid 26-30

SERULING SAKTI

Oleh: Didit Setiawan Andrianto

26 – Bertukar Jurus

Suasana kembali senyap, namun percakapan dua pemuda itu menjadi tanda tanya besar dalam hati seseorang yang sudah sejak tadi berada disitu. Dan beberapa orang yang juga ada di sekitar Kuil Ireng.
Orang itu memakai baju biru tua, sangat pas dengan keadaan malam, wajahnya tak terlihat jelas sebab ia bersembunyi di sebuah pohon rindang disamping kiri Kuil Ireng. Tapi, jika kau perhatikan binar matanya yang berkilatan tajam di kegelapan, dapat dipastikan dia tentu seorang tokoh berilmu tinggi.
Aneh, kenapa anak itu harus mengarang cerita sambal terlalu jauh? Pikirnya merasa geli, juga bingung. Dari lagak ia mengamati si pemuda dan caranya bersembunyi, orang itu pasti kenal dengan Jaka. Jika pemuda ini melihatnya pasti akan segera mengenali, sebab dia adalah Ki Gunadarma.

More

Seruling Sakti Jilid 21-26

SERULING SAKTI

Oleh: Didit Setiawan Andrianto

21 – Menjumpai Para Sesepuh

Jaka memutuskan menggunakan peringan tubuhnya, mengingat dia sudah terlalu banyak membuang waktu.
“Bagaimana ya, apa aku harus menjadi murid Ki Lukita atau tidak?” pikirnya setengah melamun. “Tidak ada ruginya memang, tetapi sama saja aku mengikatkan diri pada sebuah peraturan.”

More

Seruling Sakti Jilid 46-50

SERULING SAKTI

Oleh: Didit

Jilid 46 Sampai 50

46 – Kisah Perguruan Macan Lingga 3

(Ki Gede Aswantama)

Urutan kelima, ya.. kejadian di Gunung Tumenggung masuk dalam daftar pekerjaan Jaka. Dia berjanji dalam hatinya, akan membereskan hal itu. Karenanya, sambil bergerak sebisa mungkin Jaka menyirap berbagai kabar dari dunia persilatan, lewat teman-temannya.

More

Seruling Sakti Jilid 51-55

SERULING SAKTI

Oleh: Didit

Jilid 51 Sampai 55

51 – Berlatih Ilmu Dasar

Senja sudah dijelang satu jam lalu. Jaka dan orang-orang yang berkepentingan, sudah berada di dalam sebuah ruangan luas sebagai tempat latihan silat.

Ruang latihan silat yang ada di bawah tanah itu benar-benar luas, untuk latihan sendiri atau berpasangan, bisa muat sampai dua puluh pasang. Jaka tak habis pikir entah bagaimana cara membangun tempat rahasia seperti ini tanpa diketahui orang? Tapi Jaka tak mau ambil pusing, sebab banyak yang ia pikirkan bayak hal yang ingin ia ketahui. Tentu saja untuk saat ini ia sama sekali tak ingin memikirkan masalah sepele.

More

Seruling Sakti Jilid 16-20

SERULING SAKTI

Oleh: Didit Setiawan Andrianto

16 – Jebakan Kejutan Untuk Penyatron

Jaka berjalan lambat seolah ingin menikmati setiap jengkal pemandangan, sudah tentu Jaka memiliki maksud tersendiri. Bila ada yang membuntuti, tentu dia merasa jenuh, dan meninggalkan Jaka saking kesalnya. Selain berjalan terlalu lambat, sesekali Jaka berhenti dan memandang sesuatu dengan seksama. Padahal hari sudah menjelang petang, apa sih yang bisa terlihat jelas? Dari telaga batu sampai ke penginapan, hanya berjarak 2 pal, tapi waktu yang dibutuhkan Jaka untuk menempuh perjalan pulang hampir 2 jam!

More

Seruling Sakti Jilid 56-60

SERULING SAKTI

Oleh: Didit

Jilid 56 Sampai 60

56 – ‘Mengkonfirmasi Identitas’, Menarik Simpati

Hari Ketiga

Jaka sudah sampai di penginapannya kembali. Saat ini sudah masuk hari ketiga—memasuki dini hari—semenjak dirinya masuk ke Pagaruyung. Laparnya… pikir Jaka. Pemuda ini menginap di tingkat ke tiga. Ia belum berminat untuk tidur atau memesan makanan di kamarnya.

More

Seruling Sakti Jilid 11-15

SERULING SAKTI

Oleh: Didit Setiawan Andrianto

11 – Sekelumit Kisah Jaka Bayu

Perlahan-lahan Jaka Bayu berjalan mendekati rumpunan bunga indah itu. Ia melangkahkan kaki dipinggir rumpunan bunga, “Astaga, lihay benar barisan ini, jika aku tidak tahu tentang ini, jangan harap bisa keluar dari tempat ini tanpa pertolongan orang yang paham. Hm, mungkin karena tempat ini adalah sebuah kota dan bukan wilayah yang patut dipasangi barisan selihay ini, maka Aki itu hanya menampilkan sebagian kecil kelihayannya.”

More

Seruling Sakti Jilid 06-10

SERULING SAKTI

Oleh: Didit Setiawan Andrianto

6 – Riyut Atirodra

Dengan termangu, salah seorang dari mereka menjawab. “Sekalipun kami punya sembilan kepala, kami tak berani mengusik kaum Riyut Atirodra.” (Riyut Atirodra=Gelap gulita yang menakutkan).

Ya, Riyut Atrirodra adalah perkumpulan orang-orang yang tidak punya aturan, menurut mereka, di dunia persilatan apapun kehendak hati itulah batas aturan yang berlaku. Konon kaum Riyut Atirodra adalah tempatnya para sampah persilatan berkumpul. Jika mereka bertarung, sudah pasti selalu main keroyok dan menggunakan cara apapun untuk menang—menggunakan racun dan sandera adalah hal biasa bagi mereka.

More

Previous Older Entries Next Newer Entries

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 42 other followers