Terusan ADBM Jilid 402

Terusan ADBM

Karya mbah_man

(Sumber: cersilindonesia.wordpress.com/tadbm-402 )

 

Jilid 402

Ketika kemudian mereka telah menaiki tlundak pendapa dari bangunan utama barak pasukan khusus itu, Perwira yang bertanggung jawab atas pelaksanaan penjagaan di barak pasukan khusus itupun berhenti sejenak dan berpaling ke belakang sambil berkata, “Silahkan Ki Sanak berdua menunggu di pendapa, aku akan menyampaikan permohonan kalian untuk menghadap kepada Ki Lurah Sanggabaya.”

“Terima kasih,” hampir berbareng keduanya menyahut.

More

Terusan ADBM Jilid 401

Terusan ADBM

Karya mbah_man

(Sumber: cersilindonesia.wordpress.com/tadbm-401 )

Jilid 401

Matahari telah merambat semakin tinggi. Sinarnya yang hangat terasa mulai menggatalkan kulit. Mereka bertiga yang masih duduk duduk di pendapa rumah yang selama ini digunakan oleh kedua murid perguruan Tal Pitu itu masih diam membisu. Agaknya mereka bertiga sedang asyik dengan lamunan masing masing. Sesekali terdengar helaan nafas yang panjang, namun mereka lebih banyak termenung sambil menundukkan kepala dalam dalam.

“Ki Rangga,” tiba tiba Ki Ageng Sela Gilang bergumam pelan, “Masih ingatkah Ki Rangga dengan suara jeritan seorang perempuan yang telah menyebabkan kita menelusurinya sampai ketempat ini?”

More

Terusan ADBM Jilid 400

Terusan ADBM

Karya mbah_man

(Sumber: cersilindonesia.wordpress.com/terusan-adbm/ )

Jilid 400

Keragu raguan masih membayang di wajah Ki Rangga Agung Sedayu, maka kemudian katanya, “Wiraguna adalah salah satu dari sekian anak anak muda yang berusaha mengambil hati Endang Mintarsih. Apakah Panembahan Senapati mempunyai pertimbangan khusus untuk memilih Wiraguna?”

Ki Singa Wana Sepuh tersenyum sekilas. Agaknya dia memaklumi mengapa Ki Rangga Agung Sedayu tidak habis pikir bahwa Raden Sutawijaya justru telah memilih salah satu dari kakak beradik yang nyata nyata mengambil sikap berseberangan dengannya sebelum mereka menyadari dengan siapa mereka berhadapan.

“Raden Sutawijaya memilih Wiraguna dengan pertimbangan Wiraguna adalah putra tertua dari Ki Dukuh Cepaga. Secara langsung Wiraguna akan menggantikan kedudukan Ayahnya kelak apabila masanya telah tiba. Dan ternyata Raden Sutawijaya telah mempercepat datangnya masa itu, masa pergantian pemimpin di padukuhan Cepaga dengan memberikan serat kekancingan atas nama Putra Sultan Hadiwijaya penguasa tertinggi di Pajang untuk menaikkan kedudukan dari sebuah Padukuhan menjadi sebuah Kademangan.”

More

Terusan ADBM Jilid 399

Terusan ADBM

Karya mbah_man

(Sumber: http://cersilindonesia.wordpress.com/terusan-adbm/ )

Jilid 399

Orang yang berkumis dan berjambang lebat itu hanya mengangguk anggukkan kepalanya tanpa berkata sepatah katapun. Sambil mulutnya masih sibuk mengunyah juadah, tangan kanannya menerima semangkok dawet jabung dari pelayan kedai, seorang perempuan muda yang berwajah cerah.

Baru saja pelayan itu memutar tubuhnya, tiba tiba saja sebuah jerit kecil keluar dari mulutnya yang mungil ketika sebuah remasan yang sangat kurang ajar terasa di pantatnya, sementara orang yang berkumis dan berjambang lebat itu hanya tertawa terkekeh kekeh.

More

Terusan ADBM Jilid 398

Terusan ADBM 398

Karya mbah_man

( Sumber: cersilindonesia.wordpress.com/terusan-adbm/ )

Jilid 398

Demikianlah akhirnya iring iringan itu bergerak menyusuri lorong lorong padukuhan menuju ke rumah Ki Demang. Sepanjang jalan iring iringan itu telah menarik perhatian beberapa orang yang berpapasan dengan mereka, bahkan anak anak muda yang sedang berkumpul di gardu simpang jalan yang menuju rumah Ki Demang Sangkal Putung pun telah berloncatan dari gardu dan dengan tergesa gesa mengikuti iring iringan yang semakin panjang itu.

Tidak ada seorang pun yang berusaha menanyakan apa yang sebenarnya sedang terjadi, dan kelihatannya memang itu tidak perlu. Mereka beranggapan bahwa persoalan itu pasti akan dibawa ke hadapan Ki Demang dan ternyata mereka lebih senang mendengar sendiri nanti apa yang akan terjadi di rumah Ki Demang Sangkal Putung.

More

Terusan ADBM Jilid 397

TERUSAN ADBM

Karya mbah_man

(Sumber: cersilindonesia.wordpress.com/terusan-adbm/ )

Jilid 397

NAMUN mereka segera menyadari apa yang sebenarnya sedang terjadi ketika orang yang rambutnya sudah ubanan itu meloncat mundur sambil mencabut senjatanya, sebuah golok yang berukuran cukup besar.

“He, kalian orang orang bodoh, apakah kalian menikmati permainan ini,” teriaknya sambil meloncat maju menebaskan goloknya mengarah leher Rara Wulan, “cepat bantu kami menangkap perempuan iblis ini, ternyata selama ini dia telah mengelabui kita. Dia tentu telik sandi yang dikirim oleh orang orang Mataram.”

More

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 32 other followers