Pedang Tetesan Embun 06

PEDANG TETESAN EMBUN

Oleh: Didit

06 – Berjumpa Dengan Kakek

Tak mungkin menghindar, tanpa pikir panjang, tangan kanannya dilintangkan menutupi wajah. Crap! Seberkas sinar bagai kilat itu segera menancap! Dan, bagai tetes air bersatu dengan sumbernya, benda itu menyusup di telapak tangan pemuda itu.

“Arrrgh!” jeritan bagai raungan hewan terluka memecahkan gemuruh hujan lebat, rasa sakit yang belum pernah dirasakan membuat Yoga meraung kesakitan, melupakan adiknya yang tengah tertidur.

Raungan Yoga jelas mengagetkan Bayu, pecah pula tangis bayi meningkahi derasnya hujan. Gemuruh petir yang saling sahut ternyata tidak bisa menelan jeritan Yoga.

Jauh dari tempat Yoga menerima musibah, kakek yang tengah duduk bersila mengerutkan kening, dia mendengar pekikan itu. “Ah, sebuah kematian yang lain…” gumamnya dengan kerut makin bertambah di keningnya.

More

Advertisements